Screen Shot 2020-04-28 at 3.37.59 PM

CangkrUXan #10: Belajar Pentingnya Empathy di Dunia User Experience (UX) bersama Komunitas IxDA Malang

Malang, 28 April 2020. Komunitas IxDA Malang kembali menyelenggarakan event CangkrUXan ke 10 secara online. Tema yang diangkat dalam event CangkrUXan kali ini adalah “Designing With Empathy” yang dibawakan oleh Faisal Risq E, Member & Lead R&D IxDA Malang.

Event CangkrUXan merupakan salah satu event bulanan rutin yang diadakan oleh Komunitas IxDA Malang. Disampaikan oleh Anggita Satriya, Local Leader IxDA Malang saat memberikan opening speech event ini yang menyampaikan bahwa IxDA Malang memiliki beberapa program antara lain Portfolio Review, Monthly Meetup, Goes to Campus, Malang Dribbble Meetup, Workshop, Studio Visit, Book CLub dan 1 Week Design Challenge.

Empathy merupakan salah satu teknik penting yang harus dipelajari dalam dunia User Experience (UX). Empathy merupakan teknik untuk memahami user. Teknik ini mengharuskan kita untuk mempelajari lebih dalam lagi persona dari user yang akan menggunakan produk/aplikasi yang kita buat. 

Teknik ini biasa digunakan pada saat tahap riset atau interview kepada user. Dengan empathy akan membantu kita dalam memahami perilaku atau sifat dari user yang akan kita interview.

“Dengan adanya empathy akan membantu memudahkan user untuk memahami produk atau aplikasi yang kita buat.” ujar Faisal saat menyampaikan  materinya.

Faisal membantu menjelaskan 4 kualitas dari Empathy untuk memahami seorang user dari Theresa Wireman, . Pertama, “see their world”, usahakan untuk mengetahui sudut pandang dari user. Kedua, “Understand Feeling”, pahami perasaan user apakah mereka siap atau masih ada kendala sebelum melakukan interview. Ketiga, “Communicate Understanding”, berusaha untuk selalu aktif dalam mendengarkan user saat memberikan jawabanya. Keempat, “Appreciate them as human being”, ingat bahwa user yang kita interview bukan seorang robot, oleh karena itu berusahalah untuk menyiapkan tempat yang nyaman saat melakukan interview atau riset kepada user.

Penulis: Achmad Faridul Himam

portfolioreview-01

Portfolio Review Vol 2

Hi Folks!!
Gak kerasa udah bulan maret aja nihh, nahh di bulan ini akan ada Portfolio Review lagi lohh yaitu Vol 2, kali ini akan da Anggita Satriya K dan Naufaldi Rafif Satriya akan mempresentasikan portfolionya yang tentunya siap menerima komentar kalian semua!! Terus ngapain dan seperti apa sih portfolio review?


jadi kegiatan portfolio review adalah kegiatan untuk membedah bersama portfolio yang yang dibangun oleh presenter, nahh.., dalam portfolio review kita bisa bersama bedah dan kulik-kulik lebih dalam seperti apasih proses riset, proses desain etc dari portfolio presenterso save the date!!

Hari, Tanggal: Selasa, 17 Maret 2020
Waktu: 18:00 – 21:00 WIB
Tempat: DILo Malang Jl. Basuki Rahmat No. 7-9, Kota Malang

langsung daftarkan diri kamu di link berikut!
bit.ly/portrev-vol2 (limited seat)

WhatsApp Image 2019-11-26 at 21.05.31

Acara Design Trail: Wadah Aspirasi dan Diskusi Tentang “Design” dalam Rangkaian Malang Desing Wave 2019

Malang, 26 November 2019. Malang Design Wave kembali menggelar rangkaian acara lanjutan ketiga mereka yaitu Design Trail di DILo Malang. Acara ini bertujuan untuk mewadahi aspirasi sekaligus ajang diskusi tentang karya-karya desain dari segala macam bidang yang ada.

Acara ini mendatangkan 4 bintang tamu yaitu Affan Hakim (Odigiro), Arief Setyo W. (Typia Nesia Studio), Krisnawa Adi B. (Polamata), dan Taufan Pradana (The Mastej) yang dimoderatori oleh Anggita Satriya, Ketua Komunitas IxDA Kota Malang.

Malang Design Wave merupakan sebuah event di bidang desain yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara akademisi, pemerintah, bisnis, dan komunitas yang ada di Kota Malang.

Malang Design Wave tahun ini mengangkat tema “Between Visual and Usefulness” dengan beberapa event yaitu Exhibiton, Workshop, Design Trail, Conference, dan Awarding.

Berbeda dengan 2 acara yang sudah dilaksanakan, acara Design Trail fokus untuk menyampaikan aspirasi dan diskusi mengenai design dari sisi Akademisi dan Non Akademisi.

Dalam hal ini, terdapat beberapa keresahan dari sudut pandang Non Akademik yang dimana mereka mengakui banyak fresh graduate yang masih belum siap untuk terjun didunia kerja.

Saya merasa kata kolaborasi itu memiliki arti terdegradasi kalau misalkan saya menerima ajakan mari kita susun dalam sebuah kalimat

“Masih belum siap untuk bersaing didunia kerja, karena masih memiliki portfolio yang kurang update, bahkan ada fresh graduate yang mengirim lamaran tanpa mengerim portfolio.” ujar Arief saat menjelaskan keluh kesahnya tentang fresh graduate saat ini.

Oleh karena itu, Arief ingin agar acara seperti Malang Design Wave ini untuk sering diadakan, karena bisa mempertemukan sudut pandang antara pihak Akademesi dan Non Akademisi untuk mencari solusi dan jalan tengah dari permasalahan yang ada.

Masalah akademis erat kaitanya dengan Ijazah. Terdapat suatu pertanyaan apakah Ijazah pada saat ini masih dibutuhkan didunia kerja dalam bidang design?

“Tidak dibutuhkan.” jawaban singkat Affan saat merespon pertanyaan dari audience.

Saat ini telah datang era “kolaborasi” dimana semua individu memiliki kesempatan untuk mendapatkan kerja yang diinginkannya. Oleh karena itu, dalam bidang design, kita diwajibkan untuk maksimalkan portfolio yang bagus dan soft skill untuk branding diri kita.

Melihat hal tersebut, pihak akademisi yang kali ini sekaligus diwakilkan oleh Anggita Satriya yang juga menjabat sebagai dosen disalah salah Universitas yang ada di Kota Malang menyampaikan bahwa saat ini, para Mahasiswa sudah diarahkan untuk sering membuat sebuah karya yang tidak hanya bagus, namun juga memiliki landasan data kenapa mereka membuat karya tersebut agar portfolio mereka dapat bersaing dengan para profesional.


Penulis: Achmad Faridul Himam

Article 1

Get closer with Malang Design Wave

Malang Design Wave is an event in the field of design held in Malang with the theme “Between Visual and Usefulness” in collaboration with academics, government, business, and communities.

The use of the word “wave” means a wave of change that occurs and builds a new revolution, a new identity, and many other new things. The inclusion of these various waves of change affects the view in various aspects both in terms of scientific disciplines, design styles, goals, and usefulness of the design itself. The use of the word wave is expected to trigger the next “wave” in the context of renewable movements every year when this kind of event is held.

Malang as a tourism city with the beauty of its nature and tourism which is very interesting, fun, and comfortable makes this city become a source of inspiration for local pride in the city of Malang to come up with new ideas and things. One of them is a design idea. Malang Design Wave does not only focus on digital design but also contain several other design aspects such as:

  • Art
  • Interior
  • Architecture
  • Fashion
  • and more

With the theme “Between Visual and Usefulness”, this event aims to provide space for collaboration between stakeholders and various fields of design and focus on raising human resources and local pride in the city of Malang by introducing education related to design development to the wider community.

This event collaborates with the academics, government, stakeholders, and community sectors which are expected to contribute in giving a change and positive synergy for the creative industry ecosystem, especially in the field of design in Indonesia. This event has several activities including:

  • Exhibition: a series of events where each collaborator to show the work of their members.
  • Workshop: a series of class in which a small group of the participant learns the methods and skills mentored by collaborator on Malang Design Wave, the material was adjusted to the contributions of each collaborator.
  • Design Trail: an official visit to the owner of design work both design studio, museum gallery, archive design and other places related to the design for a discussion of the work. Discussions can be about history, the manufacturing process, until the impact from the design work.
  • Conference: a discussion about the main themes of the event that is “Between Visual and Usefulness” and the sub-themes which are taken and adjusted to the composition of each collaborator in the existing field of science
  • Awarding: an assessment based on the contribution or the influence of each contributor in the field of design in Malang which covers various aspects.
WhatsApp Image 2019-10-27 at 19.00.27

UI/UX Design Practical Workshop

S-KRIM UI/UX Design Practical Workshop

Semangat Pagi, KBMSI!

Halo apa kabar semuanya, semoga selalu dengan keadaan sehat ya ☺

Kemarin sudah tau kan kalo bakal diadakan workshop mengenai UI/UX, nah kali ini kita bakal open registration nih! 😯

Jangan lupa untuk segera daftar ya! Karena ini GRATIS dan kuotanya terbatas lho! Jangan sampai ketinggalan! Sayang banget kalo tidak ikutan😉

Untuk link pendaftaran ada dibawah ini👇
http://bit.ly/SkrimWorkshopUIUX

SI JAYA!

Departemen Penelitian dan Pengembangan Studi
Eksekutif Mahasiswa Sistem Informasi UB 2019/2020

#SIJAYA
#OptimalBerkontribuSI
#P2S_EMSIUB

WhatsApp Image 2019-10-25 at 10.59.03

Hology 2.0 Talkshow Session

HOLOGY 2.0 : EXHIBITION

Semangat pagi!
‏‏‎
Salah satu rangkaian dari HOLOGY 2.0 adalah Exhibition. Pada rangkaian Exhibition ini akan ada pameran karya dari para finalis Hology 2.0 Competition dan teman – teman dari komunitas IT loh! Dan juga akan ada talkshow oleh:
‏‏‎‏‏‎‏‏‎‏‏‎‏‏‎
👤 Adi Susanto | Infrastructure and Product Innovation Asst. Manager Jagoanghosting
👤 Anggita Satriya Kurniawan | Local Leader Malang lxDA COO Indux
👤 M Ziaelfikar Albaba | Ketua Komunitas Stasion CEO Indiekraf.com
‏‏‎
Save the date:
📅 Senin, 28 Oktober 2019
⏰ Open Gate 10.00 WIB
📍 Samantha Krida Universitas Brawijaya
💸 FREE

meetup8-01

CangkrUXan#8 The Art of Gamification

Hi Folks!

Gak kerasa nih udah CangkrUXan#8 aja!
Nahh buat bulan oktober ini CangkrUXan akan membahas tentang Gamification loh! yang akan di bawakan oleh Faisal Risq – Lead R&D IxDA Malang & Ex UX Designer Intern at tiket.com
kira-kira apa sih gamification itu? yuk ikutan dan tandai kalender kamu!!

Hari, Tanggal: Selasa, 29 Oktober 2019
Waktu: 18:00 – 21:00 WIB
Tempat: DILo Malang (Jl. Basuki Rahmat No. 7-9, Malang)

langsung daftarkan diri dan ajak teman-teman kamu untuk daftar di link berikut!
bit.ly/cangkrUXan8

jangang sampai kehabisan tiket ya!
sama sekalian nih kita akan road to @malangdesignwave

70455703_2254632907968673_6917071347336085504_o

Audiensi Bersama Walikota Malang Membahas Rebranding Beautiful Malang


Audiensi dengan Wali Kota Malang (Bpk. Sutiaji) yang didampingi oleh Barenlitbang Kota Malang mengenai City Branding Kota Malang pada hari Jumat tanggal 13 september 2019. Bertempat di Ruang Rapat Walikota Balai Kota Malang yang dihadiri oleh perwakilan komunitas (MCF, ADGI Chapter Malang, IxDA Local Group Malang, AIDIA Malang dan AAM), dan perwakilan akademisi desain Kota Malang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut

1. Pemkot yang dalam hal ini Barenlitbang menyatakan bahwa proses yang dilaksanakan pada FGD tahap satu oleh markplus merupakan proses awal dan belum ditandatangani nota kesepakatan. masih ada potensi deal off bila ternyata proses tidak menemui kesepakatan

2. Baretlitbang menyatakan bahwa proses re branding ini sebatas merencanakan strategi marketing bagi OPD di lingkungan Pemkot. hal ini tidak sama dengan rencana fase markplus pada “Dokumen Kick Off Analisa Reposisi dan Rebranding Kota Malang” yang detail sampai terciptanya brand identity baru (rebranding)

3. Walikota Malang Bpk. Sutiaji menyatakan urgensi keterlibatan proses rebranding Kota Malang dengan melibatkan unsur komunitas, juga akademik dan media. maka diperlukan proses pengawalan prosesnya

4. logo Kota Malang “Beautiful Malang” ternyata belum di SK kan dalam level Walikota. masih SK Dinas Pariwisata dan hanya surat himbauan penggunaannya ke semua dinas oleh walikota lama. salah satu poin penguatan untuk evaluasi

5. Hasil analisa mengenai branding Kota Malang dari berbagai pihak/stakeholder seperti kajian, riset, dll dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan branding Kota Malang tahun mendatang dengan mekanisme sayembara (keterlibatan masyarakat) yang dikawal oleh komunitas dan akademisi Desain